SEMARANG — Program Studi Sastra Inggris Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menyelenggarakan Kuliah Pakar bertajuk Language and Cultural Sensitivity in Hospitality & Tourism Management pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memahami secara lebih mendalam keterkaitan antara kompetensi bahasa, budaya, dan peluang karier di industri pariwisata serta hospitality yang bersifat global dan lintas budaya.
Kuliah pakar menghadirkan dua praktisi berpengalaman di bidangnya. Restu Dwi Apriyono, Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Jawa Tengah, memaparkan materi berjudul The Narrator of Journey. Dalam paparannya, Restu menekankan peran strategis pemandu wisata sebagai narator perjalanan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pengalaman, makna, dan cerita budaya kepada wisatawan. Kemampuan berbahasa Inggris, kepekaan budaya, serta keterampilan komunikasi menjadi modal penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.
Sementara itu, Titis Bowo Eko Prasetyo, CEO Sultan Group Promosindo sekaligus Ketua Umum BPC HIPMI, mengulas pentingnya cultural sensitivity dalam industri event dan hospitality. Ia menyoroti bagaimana pemahaman terhadap latar belakang budaya, nilai, dan etika audiens atau tamu menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan event serta layanan hospitality, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas global dan keberagaman klien.
Melalui kuliah pakar ini, Prodi Sastra Inggris UNISSULA menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan wawasan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa lulusan Sastra Inggris memiliki peluang luas untuk berkiprah secara profesional di sektor pariwisata, event, dan hospitality dengan mengandalkan kompetensi bahasa, komunikasi, dan sensitivitas budaya.


